NADIKABAR.COM β Polisi memburu seorang wanita terduga pelaku penculikan dan perampasan kalung emas milik dua anak kakak beradik di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar).
Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang mengatakan pihaknya telah menyisir sejumlah rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk mencari keberadaan pelaku.
"Iya, sementara begitu (pelaku diduga seorang wanita dewasa). Itu dari CCTV. Kita sudah beberapa kali ikuti beberapa rekaman CCTV di lokasi," kata Rihold melalui pesan singkat di Jakarta, Senin.
Terbaru, kata dia, pelaku terlihat bergerak ke arah Tangerang Kota.
"Dari CCTV yang kita ikuti berapa kali ini, (pelaku) udah sampai ke arah ke daerah Tangerang Kota," ujar Rihold.
Selain CCTV, pihaknya juga telah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait insiden penculikan dan perampasan kalung emas yang menimpa dua bocah perempuan itu.
Sebelumnya, peristiwa penculikan dan perampasan yang menimpa dua bocah perempuan berinisial KI (9) dan CI (8) di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, berawal saat kedua korban hendak berangkat les ke rumah tante mereka pada Rabu (30/9) sore.
Ibu korban, Juli (45), menceritakan peristiwa itu berawal sekitar pukul 15.15 WIB, saat kedua putrinya hendak berangkat menuju rumah sang tante untuk mengikuti kegiatan les, dengan mengendarai sepeda masing-masing.
β"Biasanya, perjalanan cuma lima menit. Tapi setelah setengah jam ditunggu tantenya, anak-anak belum sampai juga," ujar Juli di Jakarta, Jumat (2/10).
βKeluarga yang merasa curiga langsung berupaya melakukan pencarian di sepanjang rute yang biasa dilalui. Keberadaan sepeda milik kedua anak tersebut ditemukan tergeletak di gang belakang rumah sang tante.
Pihak keluarga bersama warga, RT, RW, hingga Lembaga Musyawarah Desa (LMD) setempat kemudian bahu-membahu menyisir keberadaan korban.
β"Pertama, keluarga dulu nyari. Udah satu jam nggak ketemu, akhirnya lapor RT, lapor RW, LMD semuanya dan mereka saling share, saling share kemana-mana, tapi belum lapor ke polisi," ungkap Juli.
β"Saat itu, sudah tahu, nih, kayaknya hilang, karena sepedanya, posisi, terletak di belakang," sambung dia.
βSekitar pukul 17.50 WIB, anak pertama, KI, ditemukan warga di kawasan Pegadungan, Kalideres. Pelaku menurunkan KI di tepi jalan dan mengarahkannya masuk ke permukiman. Saat ditemukan, korban dalam keadaan syok, linglung, serta sempat menolak diberi minum oleh warga.
β"Pas ditanya warga, dia baru mau jawab. Katanya, adiknya dibawa ibu-ibu jahat. Dia mau ngejar, tapi tak terkejar," tutur Juli.
βKI yang mengingat alamat rumahnya secara rinci itu kemudian diantarkan oleh Ketua RT setempat kembali ke rumah. Sementara itu, sang adik, CI, baru ditemukan sehabis waktu Isya, sekitar pukul 19.00 WIB, di sebuah rumah kosong di daerah Gempol Payak, Kalideres, arah Bandara Soekarno-Hatta.
βCI sempat menolak berbicara selama hampir satu jam dan hanya memberi isyarat tunjuk tangan sebelum akhirnya mau diajak berkomunikasi di Pos RW setempat.
Berdasarkan pengakuan kedua korban, pelaku mengintimidasi dan mendoktrin mereka agar tidak berinteraksi dengan orang lain.
β"Kata ibu-ibu yang bawa aku, aku nggak boleh ngomong sama orang lain. Kalau diajak ngomong, katanya nggak boleh ngomong. Kalau dikasih minum, nggak boleh minum, nanti diracun," ujar Juli meniru ucapan anak bungsunya saat ditanya warga.
β"Ngomongnya begitu. Dua anak ini sama ngomongnya. Jadi, yang bawa dia itu pesannya semuanya sama, digituin," lanjut dia.
βTak hanya menculik dan mengintimidasi, pelaku yang merupakan seorang wanita yang mengendarai sepeda motor tersebut juga mengambil barang berharga milik kedua korban.
β"Pas kakak diturunin, kalungnya dicopot sama pelaku. Kalau kalung adiknya, dicopot pas dibawa pergi lagi," jelas Juli.
β"Kata anak saya, ibu-ibu yang membawanya bilang nggak boleh ngomong sama orang lain. Kalau dikasih minum, juga nggak boleh, nanti diracun. Dua-duanya diberitahu hal yang sama," tambah dia.
Tindakan pelaku yang mengenakan jaket, helm, dan masker saat membonceng kedua korban itu sempat terekam kamera CCTV di jalur yang dilalui. Saat ini, kedua anak tersebut sudah berkumpul kembali bersama keluarganya.
β"Semalam sudah olah TKP, di lokasi, dan kami berharap agar pelaku segera ditangkap," pungkas Juli.