Di tengah kejadian itu, Eko berinisiatif melakukan panggilan video dengan seorang anggota Polsek Kalideres.
Dia bermaksud meminta bantuan sekaligus menjadikan anggota polisi tersebut sebagai saksi apabila terjadi sesuatu terhadap dirinya.
Namun, menurut pengakuan Eko, para pria tersebut justru meremehkan anggota polisi yang dihubunginya.
Mereka bahkan mengklaim memiliki backing di Mabes Polri.
Merasa terancam, Eko kemudian pulang ke rumah untuk mengambil BPKB sepeda motornya. Ia juga memanggil pamannya agar bisa membantu menghadapi persoalan tersebut.
Dia pun melaporkan kejadian itu melalui layanan darurat kepolisian 110.