Pada Jumat (25/9) pihak keluarga korban dihubungi pendiri ICM Tamsil Lanrung melalui telepon yang menyampaikan permintaan maaf dan mengapresiasi kepedulian orang tua korban. Dia berharap orang tua pelaku utama menyampaikan permintaan maaf langsung atas kasus perundungan yang terjadi.

"Kami menyampaikan bahwa harapan kami utamanya adalah salah satu orang tua pelaku yang sebelumnya belum pernah meminta maaf secara langsung, agar dapat meminta maaf secara langsung. Namun hingga hari ini salah satu orang tua pelaku tersebut masih belum menghubungi orang tua korban," ungkapnya.

Pihak ICM buka suara soal kabar perundungan siswa yang terjadi. Pihak ICM menyatakan menghargai proses hukum yang sedang berjalan.

"Terkait dengan berita yang beredar, saat ini proses hukum masih berjalan sehingga demi menjaga dan menghormati asas praduga tak bersalah mohon maaf kami tidak bisa memberikan konfirmasi lebih lanjut," demikian pernyataan ICM.

ICM menyatakan pihaknya menangani dan mencegah kasus kekerasan untuk tak terjadi di lingkungan sekolah.

"Lalu terkait dengan SOP penanganan pencegahan saat ini insyaallah sudah ada tim khusus yang menangani sebagai langkah preventif yang dilakukan pihak sekolah," katanya.