NADIKABAR.COM — Kepolisian Resor Nabire, Papua Tengah, berhasil meredam konflik dua kelompok warga yang nyaris memicu perang suku setelah 11 orang dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

Wakil Kepala Polres Nabire Komisaris Polisi Henri Alfredo Korwa di Nabire, Sabtu, mengatakan keributan antara kedua kelompok warga terjadi pada Jumat (16/10) malam dan berlanjut hingga Sabtu (17/10) pagi.

"Kami sudah mempertemukan kedua kelompok bersama kepala suku dan akhirnya mereka sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dengan tidak memperpanjang kejadian kemarin,” katanya.

Keributan terjadi di depan SMP Negeri 2 Nabire dan SD Inpres Bumiwonorejo, Jalan Perintis. Selain 11 orang terluka, insiden tersebut mengakibatkan satu kendaraan milik petugas mengalami kerusakan dan tujuh kendaraan umum ikut terdampak.

Setelah kesepakatan damai tercapai, pihak kepolisian bersama tokoh masyarakat kemudian menyampaikan hasil pertemuan kepada masing-masing kelompok untuk memastikan seluruh pihak mematuhi kesepakatan.