Meski kedua kelompok telah sepakat berdamai, aparat keamanan tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya keributan susulan.

Sebanyak 100 personel gabungan dari Polres Nabire dan Brimob Batalyon A Polda Papua Tengah dikerahkan pada Sabtu sore.

Menurutnya, personel telah berjaga sejak pagi dan tetap berada di lokasi hingga malam untuk menjaga situasi keamanan serta mencegah konflik kembali meluas.

Mengenai pemicu keributan, kepolisian masih melakukan pendalaman. Berdasarkan informasi awal, insiden tersebut diduga berawal dari kesalahpahaman mengenai sampah rumah tangga yang dibuang ke halaman.

"Untuk penyebab pastinya masih kami dalami. Informasi awal memang ada miskomunikasi terkait sampah rumah tangga yang dibuang ke halaman. Namun, prinsipnya kami masih melakukan pengecekan di lapangan," ujarnya.