NADIKABAR.COM β€” Polusi udara menjadi salah satu persoalan yang semakin mengemuka belakangan ini. Sumbernya pun semakin beragam. Mulai dari asap kendaraan bermotor, aktivitas industri, pembakaran, hingga berbagai kegiatan perkotaan.

Pada kondisi tertentu, kualitas udara juga dapat dipengaruhi oleh peristiwa alam seperti kebakaran hutan dan lahan maupun erupsi gunung berapi yang membawa asap dan abu vulkanik.

Ketika kualitas udara di luar buruk, rumah menjadi pilihan tempat berlindung. Mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup jendela dan pintu bahkan sirkulasi udara luar pun dilakukan. Dengan harapan, paparan polusi udara dari luar yang masuk ke rumah dapat semakin ditekan.

Namun, berada di dalam rumah ternyata bukan berarti sepenuhnya terbebas dari polusi. Berbagai partikel merugikan kesehatan dari luar tetap dapat masuk melalui berbagai kegiatan sederhana.

Membuka pintu maupun jendela untuk kegiatan sederhana, saluran ventilasi yang tak dapat benar-benar menangkap berbagai partikel berukuran mikro, atau malah debu rumah yang timbul dari berbagai produk dan aktivitas didalam.

Dengan berbagai kondisi tersebut, kita tidak dapat dengan mudah memperbaiki kualitas udara lingkungan sekitar. Namun, langkah mudah dibawah dapat diikuti untuk menjaga kualitas udara mulai dari dalam rumah.

1.Gunakan Masker saat Beraktivitas Bila Diperlukan

Selain menjadi bagian himbauan untuk menahan paparan polusi udara saat berada di luar ruangan, penggunaan masker saat beraktivitas di dalam rumah dapat menjadi pertimbangan bila diperlukan. Termasuk didalamnya, ketika kondisi kesehatan sedang tidak fit dari kemungkinan paparan virus maupun bakteri.

Dengan sirkulasi udara dalam rumah terbatas, penggunaan masker didalam rumah menjadi pilihan mudah untuk mengurangi kemungkinan paparan berbagai partikel merugikan kesehatan pada anggota keluarga lain. Sebaliknya, penggunaan masker menghindari tambahan paparan udara buruk ketika kondisi kesehatan sendiri tidak fit.

Virus, bakteri dan berbagai partikel berbahaya lainnya tidak hanya melayang di udara. Sebagiannya dapat menempel pada berbagai permukaan dalam rumah seperti lantai, ragam furnitur maupun berbagai benda lainnya.

Bahkan tanpa disadari, sudut lembap yang kerap terlewat, dapat menjadi media ideal bagi tumbuhnya jamur. Jika terdapat debu atau abu dalam jumlah banyak, bersihkan dengan menggunakan kain basah. Cara ini membantu mencegah partikulat kembali beterbangan ke udara.