Kebersihan diri juga tak kalah penting. Setelah beraktivitas di luar rumah, membersihkan diri dan mengganti pakaian dapat menjadi kebiasaan untuk membantu mengurangi partikulat yang mungkin terbawa dari luar.
3. Perhatikan Jalur Keluar-Masuk Udara
Sirkulasi udara menjadi faktor penting dalam kenyamanan rumah. Namun, ketika kualitas udara di luar sedang buruk, membuka pintu dan jendela secara terus-menerus justru dapat membuat partikulat dari luar lebih mudah masuk. Demikian pula, ventilasi yang sedianya membantu sirkulasi udara justru menjadi jalan masuk udara buruk.
Karena itu, perhatikan kondisi kualitas udara di lingkungan sekitar. Sebelum membuka jendela maupun pintu, hingga pertimbangan memberi tambahan lapisan modular pada ventilasi untuk memudahkan buka-tutup sesuai kondisi.
Pada saat polusi udara tinggi, mengurangi pertukaran udara dengan lingkungan luar mesti menjadi salah satu pertimbangan untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah.
4. Gunakan Perangkat Pendukung Pembersih Udara
Meski menutup jalur keluar-masuk udara kerap harus menjadi pilihan mudah untuk mengurangi paparan polusi dari luar, bukan berarti sirkulasi udara dalam rumah mesti menjadi korban.
Untuk hal ini, perangkat pendukung seperti air purifier diperlukan. Hal ini terkait dengan cara kerja air purifier.
Air purifier bekerja menghisap udara kotor dan menyaring berbagai partikel merugikan kesehatan yang ada bersamanya dengan dukungan filter, untuk kemudian menghembuskan udara hasil pembersihan ke dalam ruang.
Proses terus-menerus sepanjang pengoperasian ini tak saja mendukung terjadinya sirkulasi udara dalam ruang, namun sekaligus memastikan pembersihan udara terjadi secara berkelanjutan.
Salah satu air purifier untuk rumah yang dapat menjadi pertimbangan adalah DAIKIN MC555AVM4. Selain karena keluaran DAIKIN yang memang dikenal dari reputasinya sebagai spesialis tata udara, air purifier terbaru DAIKIN ini didukung dua teknologi khasnya, yaitu STREAMER dan filter HEPA Elektrostatis.