NADIKABAR.COM — Dalam beberapa hari terakhir, Donald Trump ini gencar menggunakan media sosial untuk membahas berbagai topik yang tak biasa. Mulai rencana pembangunan gerbang kemenangan (triumphal arch) di Washington hingga upaya mengubah citra kecerdasan buatan (AI) di tengah situasi tegang dan tingkat kepuasan publik yang rendah.

Akibatnya, postingan Trump dianggap berpotensi menyeret turun performa partainya dalam pemilihan umum sela AS bulan November mendatang.

Tahun lalu, Trump mengejutkan forum PBB dalam penampilan pertamanya sejak kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari sebelumnya. Melansir The Guardian, Trump menyatakan ke hadirin bahwa negara-negara mereka sedang menuju kehancuran (going to hell), sembari melancarkan serangan tajam ke PBB dan konsep perbatasan terbuka.

Pada 2017, ia menyerang sekutu-sekutu lamanya, secara khusus menyoroti Jerman terkait kebijakan energinya. Trump juga menyebut AS tidak bisa lagi dimanfaatkan atau terlibat dalam kesepakatan sepihak di mana Amerika Serikat tidak mendapatkan imbalan apa pun.

Kali ini, aktivitas media sosial Trump belakangan mengisyaratkan kondisi mental yang lebih tidak stabil dari biasanya. Hal yang mungkin paling menyita perhatian adalah pernyataannya dalam sebuah unggahan di Minggu dini hari, di mana ia berniat mengubah rencana pembangunan gerbang di Washington DC.