Gerbang ini dimaksudkan menjadi fasilitas penyimpanan militer. Ia mengklaim, sayangnya tanpa menyertakan bukti, bahwa langkah tersebut merupakan permintaan dari pihak militer AS.
Sebuah unggahan berjudul 'Belahan Bumi Miliknya' (His Hemisphere) yang menampilkan Trump sedang menatap peta dunia secara tersirat mengisyaratkan sikap dominan.
Ini terjadi kurang dari sembilan bulan setelah pasukan AS menangkap mantan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, di kediamannya di Caracas dan membawanya serta istrinya secara diam-diam ke New York.
Sejak saat itu, pemerintahan Trump terus menggembar-gemborkan kesepakatan yang memberi mereka kendali atas sebagian besar cadangan minyak Venezuela.
Dalam unggahan lain, Trump memosisikan dirinya sebagai pembela kecerdasan buatan. Ia seakan menepis kekhawatiran belakangan tentang perkembangannya yang pesat dan menjadi pertanda kehancuran umat manusia.