NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa kemajuan teknologi digital tidak hanya memberikan manfaat, tetapi juga berpotensi disalahgunakan untuk menciptakan kekacauan dan memecah belah masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di halaman tengah Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Prabowo menyampaikan peringatan itu ketika menjelaskan tantangan yang dihadapi para jajaran pejabat Kabinet Merah Putih dalam menjalankan tugas, termasuk pengawasan terhadap perilaku dan pernyataan mereka di ruang publik.
"Apalagi di zaman sekarang, di zaman teknologi digital yang begitu canggih. Teknologi yang sangat canggih tapi juga bisa sering disalahgunakan," kata Prabowo.
Menurut Presiden, penyalahgunaan teknologi menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin maju.
"Dalam keadaan sekarang banyak teknologi dipakai sebagai senjata untuk membuat kekacauan, untuk membuat perpecahan," ujarnya.
Prabowo sebelumnya mengatakan bahwa pengabdian di bidang pemerintahan menuntut pengorbanan kehidupan pribadi karena gerak-gerik, harta kekayaan, hingga ucapan pejabat mendapat perhatian dan pengawasan.
Kepala Negara menilai risiko tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pejabat yang memperoleh mandat untuk menjalankan pemerintahan.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengapresiasi kerja keras dan kekompakan jajaran Kabinet Merah Putih selama dua tahun pertama pemerintahannya.
"Saudara-saudara telah memberi apa yang saudara bisa memberi dengan semangat, saudara-saudara telah menghasilkan suatu kinerja yang menurut penilaian saya cukup membanggakan," kata Presiden.
Dia berharap seluruh jajaran pemerintahan dapat terus menjalankan tugas dengan kerja sama yang baik di tengah beragam tantangan yang dihadapi.
"Dalam kondisi ini saya sekali lagi menggunakan kesempatan ini menyampaikan terima kasih saya sedalam-dalamnya," ucapnya.
Sidang Kabinet Paripurna itu mengambil tema "2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri 2026" dan dihadiri oleh jajaran Kabinet Merah Putih.