NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto menargetkan untuk menutup 700 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga akhir tahun ini.
Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10).
Ia mengatakan berdasarkan angka terbaru yang diterima pada Rabu (21/10) malam, jumlah BUMN yang ditutup berjumlah 364.
"Dari 1.074 BUMN, kita sudah konsolidasi, sudah tutup, sudah streamlining, kita sudah kurang lebih 364 sampai tadi malam. Sampai Desember yang akan datang sasaran kita 700 akan kita tutup," ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan BUMN yang ditutup ini adalah yang tidak efisien, merugi, dan yang selama ini kerap membuat laporan keuangan palsu.
Prabowo mengatakan BUMN yang dipertahankan adalah yang mampu menghasilkan untuk rakyat.
Tidak hanya menutup BUMN, tetapi Pemerintahan Prabowo juga telah membalikkan perusahaan plat merah yang tadinya rugi menjadi untung.
Prabowo mengatakan keuntungannya bervariasi dari mulai 200 persen hingga 900 persen.
"Dalam 2 tahun kita bekerja sudah kita buktikan BUMN-BUMN yang rugi terus kita tutup. Yang tadinya tidak bisa untung, Sekarang sudah untung. Ada yang untung 900 persen, ada yang 200 persen, ada yang 300 persen. Kita bertekad sekarang untuk efisiensi," ujarnya.