"Di beberapa negara seperti di China, itu gasnya sudah diambil dari batu bara low kalori. Dan beberapa perusahaan-perusahaan yang sudah melakukan penawaran kepada kami untuk melakukan kerja sama. Dan kita tahu bahwa potensi batu bara kita yang low kalori itu sangat besar sekali. Ini mungkin yang dimaksudkan oleh Bapak Presiden," ujarnya.
Bahlil menegaskan dirinya berkomitmen untuk menindaklanjuti arahan dari Presiden Prabowo Subianto dalam mengembangkan batu bara menjadi minyak.
"Karena itu kami sebagai Menteri ESDM akan menindaklanjuti setiap perintah arahan Bapak Presiden terkait dengan optimalisasi dalam rangka menjaga ketahanan energi dengan memakai sumber-sumber energi dalam negeri," tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah berencana untuk memproduksi bensin dengan bahan dasar batu bara. Langkah ini mengikuti jejak sukses implementasi program solar dengan campuran minyak kelapa sawit hingga 50% atau B50 dalam mengurangi ketergantungan impor bahan bakar.
Prabowo mengatakan saat ini para akademisi dan profesor dari berbagai fakultas teknik di Tanah Air telah berhasil menciptakan bahan bakar dari sumber daya lokal yakni minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO).