NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pangan, termasuk beras, kini dapat menjadi senjata dalam persaingan global sehingga tak bisa lagi dipandang semata-mata sebagai urusan bisnis.

Ia menilai perubahan situasi global menuntut Indonesia memperhitungkan hubungan antara kepentingan ekonomi, politik, dan pertahanan.

"Sekarang mata uang jadi senjata. Sekarang ekspor impor jadi senjata, sekarang pangan jadi senjata, beras jadi senjata. Jadi bisnis tidak bisa kita pandang murni bisnis," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (21/10).

Prabowo mengatakan sejak awal pemerintahannya, bahkan sebelum resmi dilantik ketika masih menjabat menteri pertahanan pada era Presiden Joko Widodo, ia berupaya menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga.