NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto menyebut swasembada pangan sebagai salah satu prestasi utama yang dicapai pemerintahannya dalam dua tahun terakhir.
Saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, Presiden Prabowo mengatakan bahwa keberhasilan tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi ketidakpastian global, terutama untuk ketika pangan menjadi instrumen strategis dalam situasi krisis.
"Prestasi kita yang paling utama antara lain kita swasembada pangan dalam waktu cepat," ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menyampaikan di tengah kondisi dunia yang penuh tantangan, Indonesia masih dapat menjaga kondisi pangan tetap terkendali.
Ia menilai ketersediaan pangan menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan nasional, mengingat negara lain belum tentu dapat memenuhi kebutuhan pangan Indonesia ketika krisis.
"Pangan itu menentukan karena sekarang pangan bisa menjadi senjata," katanya.
Kepala Negara menyampaikan ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar negeri dapat menjadi persoalan serius ketika terjadi krisis global. Bahkan, kemampuan finansial untuk membeli pangan tidak selalu menjamin suatu negara dapat memperoleh pasokan dari negara lain.
Ia juga menyoroti capaian swasembada pangan yang diraih di tengah tantangan iklim, termasuk kekeringan berkepanjangan pada 2025 dan 2026 serta fenomena El Nino.
Pemerintah telah menyiapkan langkah kontingensi untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, termasuk kemungkinan munculnya fenomena La Nina.
"Kita bersyukur kita sudah swasembada pangan di musim yang sangat sulit. 2025, 2026 kekeringan cukup panjang. Kita bisa swasembada. El Nino kita hadapi, nanti ada La Nina kita hadapi. Kita sudah punya kontingensi-kontingensi," ujarnya menerangkan.
Prabowo menegaskan, keberhasilan menjaga ketersediaan pangan memberikan daya tahan bagi Indonesia dalam menghadapi gejolak global. Dengan ketahanan pangan yang lebih kuat, Indonesia diharapkan tidak terlalu rentan terhadap gangguan pasokan internasional.
"Dengan swasembada pangan relatif kita punya daya tahan," imbuh Presiden Prabowo.