NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia harus memperkuat ketahanan nasional, menyelamatkan kekayaan alam, dan mengutamakan persatuan nasional di tengah situasi geopolitik dunia yang semakin tidak menentu.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam pengantarnya saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) bertajuk "2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri" yang digelar di halaman tengah Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.

"Saudara-saudara, inti yang ingin saya sampaikan, yang sudah berkali-kali saya sampaikan kepada saudara-saudara, kita sekarang berada dalam kondisi harus survival, kita harus bertahan, kita harus menyelamatkan kekayaan kita. Kekayaan kita, sumber alam kita itu adalah ibarat darah kita. Kalau darah kita bocor terus, tidak mungkin badan kita selamat," kata Presiden.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi Indonesia juga dialami banyak negara lain. Oleh karena itu, pemerintah harus menempatkan kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan.

Prinsip tersebut, kata Presiden, menjadi landasan dalam menjalankan politik dalam negeri maupun hubungan internasional.

Dalam bidang diplomasi, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk mempertahankan politik luar negeri yang menghormati seluruh negara, tidak berpihak pada blok kekuatan tertentu, serta mengedepankan hubungan persahabatan.

"Saya sudah sampaikan, garis politik luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak," ujar Presiden.