Pertama,penguatan infrastruktur konektivitas, layananbackbone, dan sarana penunjang logistik. Kedua, penguatan integrasi dan digitalisasi logistik, serta ketiga peningkatan daya saing SDM dan penyedia jasa logistik.

Pemerintah tidak berhenti pada tataran regulasi. Berbagai langkah operasional telah dan terus dipercepat untuk memastikan implementasi Perpres 41/2026 memberikan dampak nyata bagi efisiensi logistik nasional.

Airlangga menjelaskan platform NLE yang selama ini telah memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan biaya logistik hingga 17% dan pemangkasan waktu layanan hingga 73% akan diperkuat melalui digitalisasi end-to-end.

Sebelumnya NLE lebih berfokus pada layanan perizinan Business to Government(B2G) dan Government to Government(G2G).Pemerintah juga mendorong pengembangan dry port, termasuk di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), untuk mengurangi beban truk di jalan raya dan mendekatkan layanan kepabeanan ke kawasan industri.

Integrasi layanan angkutan jalan, kereta api, dan transportasi laut (multimoda transport) menjadi prioritas untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan mengurangi ketergantungan yang berlebihan pada angkutan jalan.