"Negosiasi yang dilakukan di bawah bayang-bayang penggunaan kekuatan bukanlah negosiasi, melainkan pemaksaan dan koersi," tegasnya.
Pezeshkian memperingatkan bahwa sanksi-sanksi terhadap Iran akan berdampak pada "perdagangan, konektivitas, energi, dan tatanan regional".
Pernyataan itu disampaikan setelah Pezeshkian pada Senin (5/10) mengatakan bahwa pembicaraan dengan AS untuk mengakhiri perang adalah sia-sia dan hanya berujung pada serangan-serangan baru.
"Dengan musuh yang setiap hari melakukan pembunuhan, menjatuhkan sanksi, tekanan, dan ancaman, dan melanggar komitmennya, negosiasi menjadi tidak bermakna," sebutnya.