Beberapa pekan terakhir, AS mengurangi operasi militer dan lebih mengutamakan tekanan ekonomi, serta tidak melancarkan serangan terhadap Iran sejak 1 September.
AS dan Israel yang mengobarkan perang tersebut, berargumen bahwa perang diperlukan untuk mencegah Iran untuk memperoleh senjata nuklir -- yang sejak lama telah dibantah oleh Teheran.
Fokus kemudian beralih pada pembukaan kembali Selat Hormuz, yang secara blokade ditutup oleh Iran selama perang berkecamuk. Penutupan jalur perairan vital itu memicu guncangan di pasar energi global.
Teheran berupaya menegakkan kendalinya atas Selat Hormuz, dengan menyerang kapal-kapal yang mencoba melintasi jalur pelayaran itu tanpa izinnya. AS menerapkan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, dan menyerang kapal-kapal terkait Iran yang dituduh melanggar blokade tersebut.