NADIKABAR.COM — Politisi Korea Selatan punya sudut pandang yang menarik untuk memahami bagaimana sebuah ancaman perang ke negaranya. Contohnya seperti saran Han Dong-hoon kepada Presiden Korea Selatan untuk memainkan Call of Duty: Modern Warfare 4.

Menurutnya, penggambaran invasi Korea Utara di dalam game tersebut menyoroti pentingnya kesiapan militer. Politisi ini menyampaikan hal itu melalui unggahannya di Facebook pada 23 Oktober 2026.

"Saya menyarankan presiden untuk memainkan permainan ini dan merasakan sendiri kehancuran seperti apa yang terjadi ketika kesiapan pertahanan tidak memadai. Saya harap gambaran Seoul yang hancur lebur dalam permainan itu tetap berada di ranah fiksi," kata Han, dilansir Dexerto, Kamis (5/11/2026).

Han menyatakan kalau alur cerita fiktifnya mencerminkan ancaman keamanan yang nyata.

"Invasi Korea Utara 25 Juni 1950 adalah sejarah nyata, dan ancaman militer Korea Utara tetap menjadi kenyataan yang tak terbantahkan hingga saat ini. Daripada mencemooh permainan tersebut karena menggambarkan invasi Korea Utara, kita perlu fokus pada pertanyaan yang diajukan oleh game ini, dan bertanya jika hari itu datang lagi, apakah kita siap?," ujarnya.

Pertanyaan itu mengarah pada kebijakan keamanan pemerintahan Lee Jae Myung. Dirinya khawatir tentang kesiapan militer Korea Selatan dan potensi konsekuensi dari pengurangan latihan militer bersama dengan Amerika Serikat.

"Perdamaian tidak dapat dijaga melalui harapan samar yang bergantung pada niat baik pihak lain. Perdamaian hanya dapat dilindungi ketika kita berasumsi yang terburuk dan mempersiapkan diri secara menyeluruh," tambahnya.

Call of Duty: Modern Warfare 4 menghadirkan permainan yang berpusat pada invasi Korea Utara ke Korea Selatan. Pemain akan berjuang untuk mempertahankan negara tersebut saat konflik meningkat.

Alur cerita tersebut telah memicu perdebatan di Korea Selatan, dengan beberapa pihak menyatakan kekhawatiran bahwa permainan tersebut dapat meningkatkan permusuhan terhadap Korea Utara.