Fakta mencengangkan kemudian terungkap dari hasil pendalaman polisi. SN ternyata merupakan istri dari seorang terpidana kasus narkoba yang juga pernah diringkus oleh personel Polres Garut.
"Suaminya sendiri, sudah mendekam di Lapas terkait perkara yang sama. Kepemilikan sabu," katanya.
Selain meringkus SN, polisi juga menangkap 15 tersangka lainnya dalam kasus penyalahgunaan narkotika dan OKT di Garut dalam kurun waktu 2 minggu terakhir. Dari 12 kasus dengan 16 tersangka ini, polisi mengamankan beragam barang bukti.
"Sebanyak 177,28 gram sabu, 889,33 gram tembakau sintetis, 74,6 gram ganja dan OKT sebanyak 15.665 butir," ungkap Niko.
Para pelaku saat ini sudah mendekam di balik jeruji besi. Menurut Niko, mereka dijerat dengan sejumlah pasal yang berbeda sesuai dengan hukum yang berlaku.
"Ancaman hukuman pidana penjara yang paling tinggi adalah seumur hidup," pungkas Niko.
Warga Tasikmalaya dihebohkan dengan penemuan benda yang diduga bom rakitan. Benda itu ditemukan di sekitar eks bangunan pabrik sitrun atau yang dikenal Gedung Engsun, di Jalan Taman Harapan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Kamis (10/9/2026) sore.
Pantauan NadiKabar di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB, polisi dari berbagai satuan dan fungsi berjaga. Polisi melakukan sterilisasi area dan memasang garis polisi sembari menunggu kedatangan tim penjinak bom untuk menangani temuan itu.
Informasi yang dihimpun, barang yang diduga bom rakitan itu pertama kali diketahui oleh sekelompok remaja yang sedang bermain di kawasan gedung tua tersebut. Abdul Wahab (18), salah seorang remaja yang turut menemukan benda itu, mengatakan saat itu sedang bermain game online.
"Teman saya yang namanya Dika menemukan benda itu. Awalnya mendengar suara 'nit' satu kali, terus diperiksa, ternyata ada benda itu," kata Abdul Wahab.
Remaja bernama Dika itu kemudian memberitahu teman-temannya, sehingga terjadi kepanikan. Karena khawatir hal buruk terjadi, dia dan teman-temannya langsung menelepon polisi melalui kontak 110.
Dalam hitungan menit, polisi langsung berdatangan dan mengambil langkah-langkah penanganan. Saat itu pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian ini.
Hingga akhirnya, polisi langsung menangani temuan benda yang diduga bom rakitan tersebut. Sejak ditemukan sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, Polres Tasikmalaya Kota memutuskan melakukan sterilisasi area tanpa menjamah benda mirip bom rakitan tersebut.
Mereka memilih menunggu kedatangan Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jabar. Sekitar pukul 20.00 WIB, tim Gegana Polda Jabar akhirnya datang dan langsung melakukan tugasnya. Seorang petugas yang mengenakan pakaian khusus penjinak bom terlihat mendekati titik lokasi benda yang membuat heboh itu.
Sekitar satu jam berlangsung atau sekitar pukul 21.00 WIB, terdengar satu kali suara ledakan. Selang sekitar satu jam kemudian, operasi penjinakan bom selesai.
Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jabar Kompol Iyus Ali Yusup menjelaskan bahwa pihaknya tidak menemukan bahan peledak di benda itu. Namun, dia mengakui bahwa bentuknya mirip dengan bom rakitan. Bahkan, beberapa unsur bom rakitan seperti tabung, kabel, baterai, dan perangkat elektronik ditemukan.
"Kami dapat perintah dari Bapak Kapolda melalui Dansat Brimob untuk cek adanya benda diduga bom, dan kami datang ke sini, kami lakukan penindakan kita lakukan berupa X-ray," ujar Iyus.
"Hasil X-ray itu kami temukan benda tersebut memang mengandung unsur rangkaian bom, tapi tidak ada bahan peledak maupun jenis lainnya inisiator, tidak ada juga detonator," imbuh Iyus.
Dia menjelaskan yang dimaksud unsur rangkaian bom itu di antaranya ada baterai, kabel, dan lainnya. Terkait suara ledakan yang sempat terdengar, Iyus mengatakan itu merupakan bagian dari upaya penanganan.
"Ya itu namanya disruptor, jadi mencerai-beraikan rangkaian itu, karena kita nggak mau ambil risiko, walaupun di sana tidak ada unsur bahan peledak," kata Iyus.
Saat ditanya apakah benda itu dapat dikatakan replika bom rakitan, Iyus mengakui bahwa benda itu memiliki unsur-unsur bom rakitan. "Di situ memang ada tiga tabung, kemudian ada baterai, kabel dan switch dan sebagainya, ada disitu. Cuma tidak ada bahan peledak dan detonator saja. kita tidak mau ambil resiko jadi kita diskrator," ungkap Iyus.
Terkait motif dan latar belakang keberadaan benda mirip bom di lokasi itu, Iyus mengatakan hal itu sedang didalami oleh Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. "Nanti itu akan dilaksanakan penyelidikan dan penyidikan oleh Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Tugas kami hanya mengamankan saja," tutur Iyus.
Tanda tanya besar masih menyelimuti insiden yang memicu puluhan polisi berdatangan ke gedung tua bekas pabrik sitrun tersebut. Motif dan bagaimana bisa benda yang sangat mirip bom rakitan itu ada di sana, masih menjadi tanda tanya.
"Nanti ya, biar utuh. Kami masih menyelidiki kasus ini," kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga.
Terkait kabar penangkapan dua orang pria yang diduga terkait insiden itu, Januar tak menampik. Tapi dia mengaku baru sebatas meminta keterangan.
"Ya ada dua orang, bukan ditangkap, tapi kami mintai keterangan," singkat Januar.
Sementara itu, informasi yang dihimpun NadiKabar dari sejumlah saksi dan polisi, temuan benda mirip bom waktu itu berkaitan dengan aktivitas war game atau "perang-perangan" yang dilakukan sebuah komunitas senapan mainan. Benda mirip bom waktu itu diduga bagian dari properti atau alat pendukung dalam permainan perang-perangan.
Dalam permainan itu, ada skenario peperangan tim redaksi teroris dan polisi. Tim teroris berusaha meledakkan bom, sementara tim polisi berusaha mencegah dengan cara mencari dan menjinakkan bom. Durasi perang-perangan ini dibatasi oleh waktu hitung mundur dari properti bom rakitan tersebut.
Oleh karena itu, tak heran meski hanya properti, replika bom ini dilengkapi timer dan didesain mirip dengan aslinya. Beberapa warga menyebut skenario permainan perang-perangan ini mirip game online Point Blank.
Terkait bagaimana benda itu sore tadi bisa ditemukan sekelompok remaja, hal itu masih didalami polisi. Muncul dugaan jika replika bom rakitan itu tertinggal usai permainan, namun hal itu belum dikonfirmasi polisi.