Selain itu, langkah ekspor produk desa secara langsung ini dapat memotong rantai distribusi. Dengan begitu pemerintah dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat desa, petani, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang terlibat.

"Jadi tidak terlalu panjang rantai distribusinya, kalau dari desa, ekspor langsung misalkan siapa yang dituju di Malaysia, itu akan memutus rantai middleman yang terlalu panjang. Maka keuntungan petani, keuntungan di desa atau Badan Usaha Milik Desa, itu akan menjadi lebih baik lagi," ujar Yandri.Bersamaan dengan itu, Pemerintah Indonesia resmi menjalin kerja sama bidang pembangunan kawasan desa dengan Malaysia. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tim redaksi Kemendes PDT RI dengan Kementerian Kemajuan Desa dan Wilayah Malaysia.

Yandri menilai MoU kedua negara ini dapat memperluas peluang masuknya komoditas perdesaan Indonesia ke pasar luar negeri khususnya Malaysia. Tidak hanya produk gula aren organik asal Pacitan yang telah masuk ke pasar Malaysia, ia berharap akan ada lebih banyak produk desa Tanah Air yang sampai ke Negeri Jiran.

"Nanti apa yang bisa dikerjasamakan produk-produk desa, sehingga kalau dari desa langsung ke buyer atau langsung ke off-taker-nya, tidak melalui middleman terlalu panjang, itulah cara kami mengangkat derajat ekonomi di desa," tegas Yandri.