NADIKABAR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras Januari-November 2026 mencapai 32,34 juta ton. Angka ini turun 0,94 juta ton atau 2,82% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan penurunan terutama terlihat pada proyeksi produksi periode September-November 2026. Produksi beras selama tiga bulan tersebut diperkirakan hanya 7,06 juta ton, turun 0,96 juta ton atau 11,95%.
"Dengan demikian untuk produksi beras sepanjang Januari sampai dengan November tahun 2026 diperkirakan mencapai 32,34 juta ton atau mengalami penurunan sebesar 0,94 juta ton atau menurun 2,82% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025," kata Ateng dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Sementara sepanjang Januari-Agustus 2026, produksi beras tercatat mencapai 25,29 juta ton. Jumlah tersebut masih naik tipis 0,07% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Khusus pada Agustus 2026, produksi beras mencapai 3,15 juta ton. Angkanya turun 2,90% dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 3,24 juta ton.
"Dengan demikian untuk produksi beras pada kondisi Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 mencapai 25,29 juta ton atau naik sebesar 0,07% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025," ungkapnya.
Sejalan dengan produksi beras, BPS memperkirakan produksi padi sepanjang Januari-November 2026 mencapai 56,13 juta ton gabah kering giling (GKG). Angkanya turun 1,63 juta ton atau 2,82% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Dengan demikian produksi padi sepanjang Januari sampai dengan November tahun 2026 diperkirakan mencapai 56,13 juta ton GKG atau mengalami penurunan sebesar 1,63 juta ton GKG atau menurun sebesar 2,82% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025," tutur Ateng.
Potensi produksi padi pada September-November 2026 diperkirakan sebesar 12,24 juta ton GKG. Jumlah tersebut turun 1,66 juta ton atau 11,96% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Sementara produksi padi sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton GKG, masih naik tipis 0,07% secara tahunan. Khusus Agustus, produksi padi sebesar 5,46 juta ton GKG atau turun 2,94% dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 5,63 juta ton GKG.