NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan seluruh sumber daya alam RI akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hal tersebut dilakukan menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto terkait mode bertahan alias survival.

Bahlil menjelaskan, pemerintah menargetkan produksi gas meningkat hingga 3.000 MMSCFD pada 2028-2029. Saat ini, total produksi gas Indonesia tercatat sekitar 750 MMSCFD. Angka tersebut termasuk dari tambahan produksi gas dari sumur Jangkrik North East 6 (JNE-6) sebesar 290 MMSCFD.

"Sudah jelas arahnya adalah sumber daya alam kita, kita akan pakai untuk kepentingan domestik terlebih dahulu. Ini survival mode. Dengan penambahan hari ini 290 MMSCFD dan di 2028-2029 akan mencapai 3.000 MMSCFD, sekarang berarti overall sudah mencapai 750 MMSCFD karena eksisting kurang lebih sekitar 450 MMSCFD, sekarang tambah lagi sekitar 300 MMSCFD, berarti 750 MMSCFD," ungkap Bahlil dalam peresmian gas JNE#6 dan fasilitas produksi lapangan Maha-South Hub secara virtual, Kamis (22/10/2026).