Bahlil menegaskan, pemerintah akan mengalokasikan total produksi untuk kebutuhan domestik sebelum melakukan ekspor. Ia menegaskan, langkah ini dilakukan untuk kepentingan nasional, sesuai arahan Prabowo.
"Nah 2028-2029 mencapai 3000 MMSCFD, maka saya menindaklanjuti arahan Presiden, kita akan memprioritaskan kebutuhan domestik terlebih dahulu setelah itu sebagiannya kita akan melakukan ekspor. Ini sebagai bentuk dari pemanfaatan sumber daya alam kita," pungkasnya.
Bahlil sebelumnya juga mengaku membuka opsi untuk menghentikan ekspor gas ke negara tetangga menyusul pernyataan Prabowo terkait mode survival dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Ia menegaskan, setiap kementerian harus mampu membaca arahan tersebut ke dalam implementasi program untuk mendukung upaya bertahan.