NADIKABAR.COM — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatatkan produksi listrik panas bumi sebesar 4.113 gigawatt hour (GWh) hingga September 2026. Produksi tersebut meningkat 9,86% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya."Pencapaian kami di tahun 2026 tercatat hingga September kita kembali mencatat all time high pencapaian produksi yaitu di 4.113 GWh, sekitar 9,86%," kata Direktur Utama PGEO Ahmad Yani dalam media briefing di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Ahmad menyampaikan bahwa pencapaian ini ditopang oleh optimalisasi operasional di lima wilayah kerja panas bumi yang dikelola perusahaan, yakni Kamojang, Ulubelu, Lumut Balai, Lahendong, dan Karaha.
Ia menyampaikan untuk wilayah Kamojang menjadi penyumbang produksi listrik terbesar PGE. Di mana lapangan dengan kapasitas terpasang 235 megawatt (MW) itu menghasilkan listrik sekitar 1.438 GWh hingga September 2026. Produksinya tumbuh 8,4% secara tahunan (year on year/yoy).
Untuk wilayah Ulubelu memiliki kapasitas 220 MW mencatat produksi 1.218 GWh dengan kapasitas faktor 87,33 persen. Ahmad menyampaikan bahwa saat ini produksinya terkoreksi 0,6% dari year on year.
"Karena ada shifting time untuk maintenance dan juga ada sedikit kekurangan decline uap, tapi saat ini kami sudah melakukan work over kegiatan maintenance work over untuk sumurnya sehingga nanti akan kembali menaikkan jumlah produksi uap-nya dan akhir tahun nanti bisa mengejar ketinggalannya," katanya.
Sementara untuk wilayah Lumut Balai, kinerjanya kata Ahmad mencatatkan kinerja positif. Di mana kinerja kapasitas pembangkitapangan tersebut mencapai 102%.Kemudian untuk PLTP Lahedong dengan kapasitas 120 MW menghasilkan 658 GWh atau tumbuh 2,3% secara tahunan.
"Kemudian juga Karaha juga sudah semakin membaik dari performance year-on-year kami juga punya program bagaimana Karaha ini bisa lebih optimum lagi mencapai install kapasitasnya di 30 MW," katanya.
Ahmad menyampaikan PGE terus mempercepat pengembangan sejumlah proyek strategis, termasuk Lumut Balai Unit 3 dan 4, Hululais Unit 1 dan 2, serta Lahendong Unit 7 dan 8. Perseroan menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034.
"Nah PGE punya target tahun 2028 kita menjadi 1 gigawatt dari 727 megawatt saat ini. Kemudian di tahun 2034 kita akan menjadi 1,8 gigawatt," terangnya.