Amran mengatakan meski ada moratorium, stok beras masih dalam kondisi aman. Untuk kekosongan di ritel, ia menyebut bagian dari penindakan beras fortifikasi yang disebut melakukan pelanggaran.
Sebagai Kepala Badan Pangan Nasional, Amran meminta Bulog menambah stok ke ritel sebanyak 300 ribu ton. Jumlah itu ditambahkan dari sebelumnya rencana penyaluran sebanyak 110 ribu ton.
"Kami sudah perintahkan Bulog. Berasnya banyak, kurang lebih 5 juta ton. Kita sewa gudang, 2 juta ton. Udah, kita kirim. Beras aman. Yang mengatakan tidak aman? Ya mungkin afiliasi mafia. Sudah lah, kalau 200-300 ribu (ton), berasnya banyak. Sebagai kepala Bapanas memerintahkan Bulog 300 ribu bila perlu, kali tiga," terang Amran.