Para peneliti menemukan bahwa orang dewasa lanjut usia yang berlatih tai chi setiap hari selama 12 minggu memiliki lebih banyak aktivitas di korteks prefrontal, area otak yang bertanggung jawab untuk kemampuan berpikir tingkat tinggi. Temuan yang diterbitkan pada 2018 ini menunjukkan bahwa tai chi chuan berpotensi memberi manfaat bagi sebagian lansia dalam meningkatkan aktivasi korteks prefrontal selama peralihan tugas.

Dikutip dari laman Cleveland Clinic, studi lainnya yang diterbitkan dalam jurnal Neurorehabilitation and Neural Repair pada 2018 menunjukkan bahwa saat lansia dengan masalah ingatan berlatih tai chi tiga kali seminggu selama enam bulan, mereka mengalami peningkatan ingatan yang signifikan.

Penelitian lain dalam Neurology, Neurosurgery & Psychiatry juga menunjukkan bahwa tai chi memiliki efek menguntungkan jangka panjang pada penyakit Parkinson.

"Pada bentuk dasarnya, tai chi adalah latihan yang terstruktur dan terorganisasi-dan itu dapat membantu otak Anda membangun jalur baru melalui neuroplastisitas," kata spesialis pengobatan tradisional Tiongkok, Tim Sobo, MAOM, CPT.

"Penyusunan ulang semacam ini memungkinkan Anda untuk melakukan atau mengingat sedikit lebih banyak," tambahnya.

Gerakan merupakan pelumas untuk kesehatan persendian. Tai chi bisa menjaga agar bagian-bagian tubuh yang bergerak tetap berfungsi dengan baik.

Gerakan tai chi sangat membantu bagi pengidap osteoartritis, penyakit artritis yang sering terjadi pada lansia.

Studi menunjukkan bahwa tai chi bisa membantu meredakan nyeri akibat artritis, terutama di pinggul dan lutut. American College of Rheumatology (ACR) dan Arthritis Foundation sangat merekomendasikan olahraga ini untuk mengatasi kondisi tersebut.

"Jika Anda menderita radang sendi, Anda biasanya ingin bergerak semakin sedikit karena terasa sakit," kata Sobo.

"Tai chi dapat membantu Anda mengatasi hal itu. Saat Anda lebih banyak bergerak dan melumasi persendian tersebut, Anda akan melihat dan merasakan perbedaannya," tambahnya.