NADIKABAR.COM — Presiden Prabowo Subianto melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI yang baru menggantikan Muhammad Qodari.
Syahganda menjadi Kepala Bakom ketiga yang menerima tongkat estafet kepemimpinan Badan Komunikasi Pemerintah sejak lembaga itu dibentuk pada 17 September 2025.
Dalam rangkaian upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Jumat, Syahganda dilantik bersama dengan Fadli Tri Hartono, yang saat ini mengemban posisi baru sebagai Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI.
Keduanya, yang sama-sama alumni Institut Teknologi Bandung (ITB), menjadi "senjata" baru Presiden Prabowo dalam mengomunikasikan kebijakan-kebijakan, program-program, serta capaian-capaian pemerintah kepada masyarakat.
Bagi Syahganda, masuk pemerintahan mungkin menjadi pengalaman baru, mengingat rekam jejaknya lebih banyak di luar pemerintahan.
Sejak masih berstatus sebagai mahasiswa jurusan Geodesi ITB, Syahganda telah aktif dalam forum-forum diskusi mahasiswa pada tahun 1980-an, termasuk di forum diskusi Mahasiswa Student Center (MSC) ITB.
Kala itu, Syahganda dikenal aktif sebagai sosok yang kritis terhadap kebijakan-kebijakan rezim Orde Baru bersama seniornya di ITB, Pramono Anung, yang saat ini menjabat Gubernur DKI Jakarta, dan Fadjroel Rachman, yang saat ini masih aktif menjabat Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan.
Namun, sikap dan aksinya yang kritis terhadap rezim saat itu kemudian mengantarkan Syahganda mendekam selama 10 bulan di penjara. Dia pun kena drop out (DO) atau dikeluarkan sebagai mahasiswa ITB oleh pihak kampus.
Walaupun demikian, putra daerah Kota Medan itu tak patah arang. Syahganda melanjutkan studinya hingga tuntas mendapatkan gelar sarjana di kampus swasta.
Pria kelahiran 27 November 1965 itu kemudian lanjut mendaftar sebagai mahasiswa S2 Program Studi Pembangunan ITB dan lulus pada tahun 2005.