Sebelumnya, pemerintah melalui BGN telah mengaktivasi 480 SPPG di wilayah 3T serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi. Seluruh SPPG baru ini utamanya berada di wilayah Indonesia Timur termasuk enam provinsi di Pulau Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku.
Setelahnya pada tahap kedua BGN kemudian melakukan aktivasi 980 SPPG wilayah 3T serentak di 16 provinsi. Dapur MBG baru ini utamanya berada di Sumatera, Kalimantan, dan Bali.
"Tahap dua, mulai 14 Oktober kemarin sudah diaktivasi 980 SPPG yang baru yang 3T ini, wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Bali. Memang masih banyak (permintaan MBG) yang datang ke tempat kami, tolong nanti diserahkan saja kepada BGN," ujar Zulhas.