"Kebijakan ini menjadi salah satu wajah dari transformasi manajemen ASN yang tengah dibangun BKN sehingga karier ASN tetap tumbuh, kinerja tetap dijaga, tetapi ASN juga memiliki ruang untuk menjalani kehidupan keluarga secara lebih seimbang," tuturnya.

Menurutnya, bekerja jauh dari keluarga dapat menimbulkan beban ekonomi tambahan bagi pegawai. Biaya transportasi, akomodasi dan kebutuhan hidup di dua lokasi berbeda menjadi pengeluaran yang harus ditanggung ASN yang tinggal terpisah dari keluarganya.

"Selain itu, pegawai juga dapat menata kondisi ekonominya dengan lebih baik karena tidak lagi terbebani biaya transportasi maupun akomodasi akibat tinggal berjauhan dengan keluarga," imbuhnya.

Zudan berharap kedekatan dengan keluarga dapat memberikan dampak positif terhadap kebahagiaan, kondisi psikologis dan fokus pegawai dalam menjalankan tugas. Inovasi BKN ini juga mulai menginspirasi instansi pemerintah lainnya.