Alan menilai pengadaan 30 rangkaian KRL baru sesuai permintaan Prabowo ini sangat penting sebagai tambahan kapasitas angkut layanan guna mengatasi pemadatan penumpang di jam-jam sibuk yang kerap kelebihan muatan atau over capacity.

"Apabila 30 trainset tambahan itu juga dapat hadir, di mana 30 trainset kan dengan rangkaian lebih panjang, itu bisa menggantikan KRL yang sekarang sudah tua, yang di mana rangkaiannya lebih pendek, pintunya juga kadang-kadang bermasalah. Kalau diganti dengan yang baru dan lebih panjang, bodinya juga lebih lebar, untuk jam sibuk kan bisa mengangkut lebih banyak penumpang," tambahnya.

Namun, terkait skema pembiayaan maupun pencairan anggaran yang sebelumnya disebut-sebut mencapai Rp5 triliun dari pemerintah, Kemenhub menegaskan hal tersebut sepenuhnya berada di domain PT KAI bersama lembaga pendukungnya.

"Itu bukan dari kami, itu perlu ditanya ke PT KAI karena sarana itu kan diadakan oleh KAI. Skemanya seperti apa, mungkin PT KAI yang lebih tahu karena PT KAI sebagai badan usaha penyelenggara sarana," jelas Alan.