NADIKABAR.COM — Gelombang pengunduran diri melanda divisi kecerdasan buatan (AI) raksasa teknologi Google, Google DeepMind.
Sejumlah peneliti dan research engineer senior memilih hengkang dari perusahaan sebagai bentuk protes keras atas keterlibatan Google dalam proyek-proyek militer rahasia dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat serta militer Israel.
Para staf yang mengundurkan diri menilai ekspansi teknologi AI Google ke ranah peperangan telah melanggar prinsip etika perusahaan yang selama ini dijanjikan kepada para karyawannya.
Salah satu peneliti yang memilih mengundurkan diri adalah Sofia Liguori, Research Engineer Google DeepMind yang berbasis di London. Meskipun terikat kontrak kerja yang melarangnya memberikan pernyataan publik, Liguori nekat angkat bicara mengenai keresahannya.
"Menyadari bahwa perusahaan saya semakin gencar mendorong sistem AI untuk operasi militer membuat saya merasa malu bekerja di Google. Saya tidak setuju dengan arah ini dan membuat saya kehilangan kepercayaan pada komitmen etika perusahaan," ujar Liguori kepada BBC.