AHY menilai beberapa wilayah darurat seperti Teluk Jakarta, pembangunan tanggul pantai dan tanggul laut menjadi keharusan karena tingkat kerusakannya yang sudah parah. Namun, untuk kawasan pesisir Demak, pemerintah memilih untuk mengawali dengan program berbasis alam, yakni penanaman mangrove.
AHY menyebut pemilihan penanaman mangrove sebagai tahap awal didasari oleh kebutuhan waktu dan proses pertumbuhan alami tanaman tersebut. Kawasan mangrove yang solid dinilai tangguh untuk memecah ombak sekaligus meredam dampak intrusi air laut ke daratan.
"Sebetulnya ada pendekatan lain yang juga lebih tepat dengan menggunakan sifatnya yang lebih alami, nature based solution. Inilah yang akan kita groundbreaking terlebih dahulu di Timbulsloko itu di Kabupaten Demak, dekat Semarang juga. Nanti akan diluncurkan sebuah gerakan sekaligus juga program mangrove di sejumlah segmen yang sudah ditetapkan oleh Badan Otorita," beber AHY.