NADIKABAR.COM — Pemerintah telah memulai implementasi Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt Peak (GWp). Akhir Agustus lalu, Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking pembangunan PLTS dengan total kapasitas 5,3 GWp yang tersebar di 14 lokasi di enam provinsi, dengan kegiatan utama dipusatkan di Jembrana, Bali.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan energi surya akan diperluas untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, sekaligus mendukung berbagai kegiatan produktif masyarakat.
Dengan kebutuhan investasi sekitar Rp 1.140 triliun, program ini turut membuka peluang besar bagi industri dalam negeri. Salah satunya adalah pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat.
"Akan tumbuh kebutuhan baru, investasi baru, pembukaan lapangan kerja baru, dan pada akhirnya, kekuatan ekonomi baru," ujar Qodari dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).
Program ini juga menjadi langkah nyata pemerintah membangun kemandirian energi. Dimulainya program PLTS 100 GWp bukan sekadar penetapan target, melainkan langkah nyata untuk membangun sumber energi baru yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan bagi Indonesia.