"Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak berhenti pada wacana tentang kemandirian energi. Kita mulai membangunnya secara nyata, bertahap, dan terukur," kata Qodari.

Ia menjelaskan, program PLTS 100 GWp juga menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Dengan memanfaatkan potensi energi matahari yang dimiliki Indonesia, kebutuhan energi nasional diharapkan semakin dapat dipenuhi dari sumber daya yang tersedia di dalam negeri.

"Namun, bagi pemerintah, peralihan menuju energi bersih bukan hanya soal mengurangi emisi. Lebih dari itu, transisi energi harus membawa manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional," ujar Qodari.

Kementerian ESDM mencatat, program ini diproyeksikan memiliki potensi penghematan hingga Rp 73,9 triliun setiap tahun. Di saat yang sama, emisi dapat ditekan hingga 140,16 juta ton CO2, dan sekitar 5,5 juta lapangan kerja berpotensi tercipta, terutama melalui pembangunan dan penguatan industri pendukungnya.