"Proyek ini merupakan bagian penting dari komitmen Jakarta untuk memperkuat pengolahan sampah berkelanjutan demi mencapai target zero dumping pada 2028," sambungnya.
Guna mendukung kelancaran proyek tersebut, Pramono mengaku pihaknya akan berkomitmen menyediakan berbagai keperluan investor dalam pengembangan proyek ini seperti kesiapan lahan, kepastian pasokan sampah, tipping fee, hingga regulasi pendukung yang jelas.
"Kami mengundang para investor dan mitra untuk meninjau lebih jauh proyek ITF Sunter serta menjajaki peluang kerja sama dalam mengubah tantangan ini menjadi solusi perkotaan yang berkelanjutan dan peluang investasi yang layak," ucapnya.