"Terkait kondisi di lokasi akses Pangkalan Brandan, kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Dukungan dan sinergi antar-pemangku kepentingan diperlukan agar penyelesaian konstruksi di lokasi tersebut dapat kami laksanakan sesuai kaidah teknis dan ketentuan yang berlaku," ujar Iwan dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (26/9/2026)

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mendorong agar JTTS Ruas Binjai-Langsa, khususnya koridor Binjai-Pangkalan Brandan, dapat memenuhi seluruh kaidah teknis tol sebelum periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Hal ini penting untuk memastikan keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan pengguna jalan.

Selain membahas koridor Binjai-Pangkalan Brandan, Plt. Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur turut memohon dukungan Kepala Staf Kepresidenan terhadap kelanjutan pembangunan ruas Pangkalan Brandan-Langsa.

Jalan Tol Binjai-Langsa direncanakan memiliki panjang sekitar 130,7 kilometer dan terbagi menjadi lima seksi, yakni Seksi 1 Binjai-Stabat, Seksi 2 Stabat-Tanjung Pura, Seksi 3 Tanjung Pura-Pangkalan Brandan, Seksi 4 Pangkalan Brandan-Kuala Simpang, serta Seksi 5 Kuala Simpang-Langsa.