Secara terperinci, KA Jarak Jauh PSO melayani 8.862.107 pelanggan, meningkat sekitar 4,0 persen dibandingkan 8.517.769 pelanggan pada Januari–September 2025. Sementara itu, KA Lokal PSO melayani 5.302.294 pelanggan, meningkat sekitar 14,3 persen dibandingkan 4.637.412 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Anne menjelaskan, angka tersebut menggambarkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kereta api ekonomi dengan tarif yang terjangkau, baik untuk perjalanan antarkota maupun mobilitas regional.
“Setiap pelanggan memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada yang menempuh perjalanan panjang untuk kembali ke kampung halaman, ada yang bepergian antarkota untuk bekerja atau belajar, dan ada pula yang menggunakan kereta lokal sebagai bagian dari rutinitas. Ketersediaan layanan dengan tarif yang terjangkau membantu masyarakat merencanakan perjalanan sesuai kemampuan dan kebutuhannya,” kata Anne.
Pada layanan KA Jarak Jauh, sejumlah kereta ekonomi yang mendapatkan penugasan PSO antara lain KA Airlangga relasi Pasar Senen–Surabaya Pasarturi, KA Bengawan relasi Pasar Senen–Purwosari, KA Kahuripan relasi Kiaracondong–Blitar, serta KA Sri Tanjung relasi Lempuyangan–Ketapang. Layanan ekonomi PSO lainnya, seperti KA Serayu, juga membantu masyarakat menjangkau berbagai kota melalui perjalanan antardaerah.
Pilihan perjalanan tersebut menghubungkan berbagai kawasan dengan karakter kebutuhan yang berbeda. Masyarakat dapat menjangkau kota tujuan untuk mencari pekerjaan, melanjutkan pendidikan, menjalankan usaha, atau memenuhi kebutuhan keluarga dengan memanfaatkan layanan sesuai jadwal dan relasi yang tersedia.
Pada layanan lokal, manfaat PSO hadir melalui perjalanan yang menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat kegiatan masyarakat. Kereta lokal membantu membuka akses menuju tempat kerja, pasar, sekolah, dan berbagai layanan publik di wilayah yang dilaluinya.