NADIKABAR.COM — PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengembalikan fungsi kawasan sekaligus menjaga agar lahan Cikembang, Pangalengan, Kabupaten Bandung tetap produktif.
Rencana tersebut muncul setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menyoroti pemanfaatan lahan PTPN di Cikembang yang selama puluhan tahun digunakan masyarakat untuk menanam tanaman musiman, terutama sayuran.
Region Head PTPN I Regional 2 Desmanto mengatakan pihaknya menyambut baik inisiatif KDM untuk menghijaukan kembali lahan-lahan PTPN.
"Kami menyambut baik rencana Pak Gubernur Jawa Barat untuk melakukan kerja sama menghijaukan kembali lahan-lahan PTPN. Kami siap mendukung melalui penanaman kembali dengan pohon dan tanaman khas yang sesuai dengan kondisi kawasan Cikembang," ujar Desmanto dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (2/10/2026).
Menurut Desmanto, pengelolaan kembali kawasan Cikembang harus mempertimbangkan kondisi lahan, mulai dari kemiringan areal, kondisi tanah hingga kesesuaian jenis tanaman dengan karakter ekologis setempat. Artinya, penataan kawasan tidak semata-mata diarahkan untuk menambah tutupan hijau, tetapi juga bagaimana lahan tetap memiliki fungsi produktif dalam jangka panjang.
"Prinsipnya, kami mendukung upaya menjaga kawasan ini agar tetap produktif sekaligus memiliki fungsi ekologis yang kuat," kata Desmanto.
Sementara itu, KDM sebelumnya menyoroti risiko penggunaan lahan berlereng terbuka untuk tanaman musiman. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan erosi dan sedimentasi yang kemudian dapat berdampak terhadap sungai maupun waduk di kawasan hilir.
Pemulihan fungsi lahan Cikembang dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan hulu Sungai Citarum sekaligus mengurangi risiko ekologis. Dalam konteks ekonomi, tantangannya adalah bagaimana perubahan pengelolaan lahan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat yang selama ini menjalankan aktivitas pertanian di kawasan tersebut.
PTPN I menegaskan kolaborasi dengan Pemprov Jawa Barat tetap akan mengedepankan prinsip tata kelola aset negara. Desmanto mengatakan penghijauan dapat dilakukan melalui penanaman pohon dan tanaman khas kawasan yang disesuaikan dengan kondisi lahan. Pola vegetasi yang lebih beragam diharapkan dapat membantu menjaga struktur tanah, meningkatkan daya serap air, sekaligus membuat kawasan lebih berkelanjutan.
"Penanaman pohon dan tanaman khas kawasan menjadi salah satu langkah yang dapat dikembangkan bersama sesuai kondisi lahan," pungkas Desmanto.
Dengan demikian, perubahan pengelolaan Cikembang ke depan akan bersinggungan dengan tiga kepentingan sekaligus, fungsi ekologis, produktivitas aset negara, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.