Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa yang secara teratur tidur antara pukul 10 dan 11 malam mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular, sementara mereka yang tidur setelah tengah malam mungkin memiliki risiko lebih tinggi.

Mengutip sebuah data, dokter spesialis kardiologi intervensi dan penyakit jantung struktural Devinder Singh, M.D turut menyampaikan kurangnya pola tidur yang biasa ini, yang sering terlihat pada kerja shift, jet lag, dan pola tidur terbalik, berdampak buruk pada seseorang hingga ke tingkat seluler dan menyebabkan aktivasi simpatik yang lebih besar, disfungsi sel endotel, dan bahkan kekakuan dinding jantung.

Kurang tidur secara teratur juga dapat mengganggu proses pemulihan alami tubuh di malam hari, yaitu ketika detak jantung melambat, pembuluh darah rileks, dan tekanan darah turun.

Meski demikian, para ahli sepakat bahwa terdapat kemungkinan sebagian orang tidak dapat tidur pada waktu tersebut. Namun, mereka menyatakan waktu tidur terbaik adalah waktu yang secara konsisten memungkinkan untuk mendapatkan tujuh hingga sembilan jam tidur.

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti