Purbaya menjelaskan, Jepang memangkas besaran tarif pajak lantaran ekonominya tumbuh melambat. Pemerintah Jepang juga berupaya untuk kembali membangun perekonomiannya.

Sementara Indonesia, pemerintah telah menyediakan subsidi dan sejumlah program lainnya yang bisa menjaga daya beli masyarakat. Namun begitu, Purbaya mengaku pemerintah tidak bisa menurunkan besaran tarif pajak.

"Nggak bisa lah. Nanti kalau turun, saya dibilang desifitnya membesar, kan nggak segampang itu. Kalau saya sih maunya 0, tapi 0 kita nggak punya duit nanti lu pada ribut, utang semua," ungkapnya.