Kondisi ini juga secara otomatis akan mendorong stabilitas mata uang rupiah. Dalam RAPBN 2027 sendiri, terang Purbaya, pemerintah telah menetapkan kisaran level pada posisi Rp 17.500/US$.
Sementara untuk Indonesian Crude Price (ICP) diperkirakan ada di level US$ 75 per barel. Hal tersebut terjadi karena tekanan ekonomi global yang tinggi, khususnya pada kawasan Timur Tengah.
"Perlu kami sampaikan, untuk asumsi ICP dan lifting minyak gas telah dibahas bersama Komisi XII DPR RI dan Kementerian Lembaga terkait. Yang hasilnya untuk ICP tetap US$ 75 per barel, dan lifting minyak menjadi 612,5 ribu barel per hari. Sementara lifting gas tetap 954 ribu barel setara minyak per hari," pungkasnya.