NADIKABAR.COM — Sejumlah peristiwa terjadi di wilayah Purwasuka (Purwakarta, Subang, Karawang) dalam sepekan. Mulai dari aksi perampokan, penyekapan, dan penodongan pegawai toko dengan senjata mainan di Subang hingga drama pembegalan yang ternyata transaksi narkoba di jalur Pantura.
Berikut rangkuman berita Purwasuka pekan ini.
Kawanan perampok menyatroni sebuah gerai minimarket di Jalan Otista, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dalam aksinya, kawanan tersebut berhasil menggasak uang tunai puluhan juta rupiah serta barang dagangan usai menodongkan senjata dan menyekap karyawan yang bertugas.
Peristiwa menegangkan yang terjadi pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB tersebut sempat terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di dalam gerai minimarket.
Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, aksi perampokan bermula saat empat orang mendatangi minimarket. Dua pelaku masuk terlebih dahulu ke area kasir dan langsung menodongkan senjata tajam berupa golok serta benda yang diduga senjata api (senpi) mainan untuk menakut-nakuti petugas.
Salah seorang pegawai minimarket yang menjadi korban, Yogi, menceritakan detik mencekam saat perampokan terjadi. Saat itu, ia bersama rekannya sedang bertugas di dalam minimarket.
"Pelakunya ada empat orang, masuk berdua-dua. Teman saya kaget di area kasir langsung ditodong golok. Saya waktu itu ada di area gudang," ujar Yogi saat bercerita di Mapolres Subang, Senin (31/08/2026).
Para tersangka yang bertindak agresif kemudian mengancam dan memaksa korban menunjukkan kunci brankas. Korban sempat memberitahu bahwa kunci brankas dibawa oleh pegawai shift sebelumnya, namun pelaku tetap menggeledah dan mengancam korban.
"Saya sempat ditendang oleh pelaku yang membawa pistol. Kedua tangan disekap, lalu pelaku mengambil uang di laci kasir yang siap disetorkan, dua unit HP, serta barang dagangan berupa rokok dalam jumlah banyak. Durasi aksinya sangat cepat, sekitar 10 menit lalu mereka kabur," tambah Yogi.
Menerima laporan peristiwa tersebut, Satreskrim Polres Subang langsung melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, polisi berhasil mengamankan empat tersangka yang masing-masing memiliki peran berbeda dalam aksi perampokan tersebut.
Kapolres Subang, AKBP Andi Purwanto, membenarkan penangkapan para tersangka beserta sejumlah barang bukti pendukung.
"Kasus perampokan di Alfamart Subang sudah berhasil kita ungkap. Sebanyak empat orang pelaku dengan berbagai peran telah kami tangkap. Barang bukti yang diamankan tim redaksi lain dua unit sepeda motor dan satu senjata api mainan yang digunakan pelaku untuk menakut-nakuti karyawan," tegas AKBP Andi Purwanto saat menggelar konferensi pers pengungkapan kasus ini.
Kendati empat tersangka utama telah diringkus, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan dan perburuan terhadap satu orang lainnya yang masih buron.
"Modus pelaku datang pukul 1 dini hari, mengancam pelayan, dan menguras uang minimarket. Saat ini satu orang masih berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang)," lanjutnya.
Sebuah video yang memperlihatkan seorang pemuda ditemukan dalam kondisi tangan terikat dan mata tertutup viral di media sosial. Korban yang diketahui bernama Pajar Klana tersebut mendadak menggegerkan warga setelah mengaku menjadi korban pembegalan di kawasan Jalur Pantura, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Korban pertama kali ditemukan warga di depan Rumah Makan Renata, Blanakan, Subang, pada Rabu (25/8/2026) sekitar pukul 01.30 WIB. Namun, setelah dilakukan penyelidikan mendalam oleh kepolisian, fakta mengejutkan justru terungkap. Peristiwa tersebut ternyata bukan pembegalan murni, melainkan rekayasa kasus perampasan yang diduga kuat berkaitan dengan transaksi narkotika.
Menurut keterangan kepolisian, kejadian bermula saat korban hendak mengambil barang haram yang diduga berupa tembakau sintetis (sinte) di area persawahan Dusun Mandala, Desa Mandalawangi, Kecamatan Sukasari, Subang.
"Setibanya di lokasi, korban dihampiri oleh tiga orang pelaku yang berjalan kaki. Mata korban langsung ditutup menggunakan tisu, sementara kedua tangannya diikat ke belakang. Korban kemudian dipaksa masuk ke dalam mobil pelaku sebelum akhirnya dibuang di wilayah Blanakan," ujar Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto, Selasa (01/9/2026).
Dalam aksi tersebut, para pelaku membawa kabur satu unit sepeda motor Honda Scoopy berwarna abu-abu serta satu unit telepon seluler merek Oppo milik korban.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim Gabungan Unit Reskrim Polsek Pamanukan bersama Satreskrim Polres Subang bergerak cepat dan berhasil meringkus dua orang pelaku. Kedua tersangka masing-masing berinisial II (33) dan NAM (41).
Polisi menyebut tersangka II berperan merencanakan rekayasa seolah-olah terjadi pembegalan sekaligus membuang korban. Sementara itu, tersangka NAM mengaku sebagai anggota polisi yang sedang beroperasi mencari pengedar narkoba, serta menyediakan mobil yang digunakan dalam aksi kejahatan tersebut.
Andi menyatakan bahwa komplotan ini secara keseluruhan berjumlah delapan orang. Dua orang telah diamankan, sedangkan enam orang lainnya kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Kejadian ini merupakan tindak pidana pencurian yang disertai pemerasan. Polres Subang bekerja sama dengan Polsek Pamanukan telah berhasil mengamankan dua pelaku utama dan menetapkan mereka sebagai tersangka," katanya.
Andi juga mengimbau kepada para pelaku yang masih buron agar segera menyerahkan diri.
"Masih ada pelaku lainnya yang dalam pencarian. Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan mereka, atau kepada para pelaku sendiri, untuk segera menyerahkan diri sebelum kami lakukan tindakan tegas penangkapan," tegasnya.
PT BYD Motor Indonesia meresmikan pabrik di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Saat ini BYD sudah menyerap 5.000 pekerja dari Indonesia.
BYD melakukan seremonial pembukaan fasilitas produksi baru yang dihadiri Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Totodua Pasaribu.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita yang hadir dalam peresmian tersebut menyampaikan apresiasi atas realisasi investasi ini.
"Peresmian fasilitas produksi BYD Motor Indonesia hari ini bukan hanya pembukaan pabrik baru, melainkan simbol lahirnya harapan dan peluang bagi kemajuan industrialisasi nasional melalui penciptaan ekosistem industri," ujar Menperin Agus di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).
Pabrik BYD di Subang ini menelan investasi sebesar Rp 11,7 triliun dengan kapasitas produksi kendaraan listrik mencapai 150 ribu unit per tahun.
"Hari ini para hadirin sekalian dengan disaksikan semua orang di sini kita sudah membuktikan impian kita bisa terwujudkan, pabrik 126 hektar dengan kapasitas produksi 150 ribu unit per tahun," kata Liu Xueliang, Vice President of BYD Co., Ltd di lokasi yang sama.
Dalam pantauan NadiKabar.com di lokasi peresmian, berbagai lini kendaraan listrik andalan BYD turut dipajang dan diperkenalkan ke publik, mulai dari hatchback* mungil Atto 1, *crossover* populer Atto 3, sedan performa tinggi Seal, hingga *city car* bergaya modern Dolphin. Tidak ketinggalan, jajaran kendaraan keluarga seperti *multi-purpose vehicle (MPV) listrik M6, SUV bergaya futuristik Sealion 07, hingga mobil mewah Denza D9 turut meramaikan area pabrik.
Sebagai wujud keseriusan dalam menggarap pasar Indonesia, BYD memastikan bahwa seluruh proses manufaktur di pabrik Subang ini dilakukan langsung di dalam negeri secara komprehensif.
"Seluruh proses produksi dilakukan di Indonesia. Untuk proses produksinya mencakup pengecatan, pengelasan, dan proses akhir. Ini sebuah pencapaian yang baru," tegas Liu Xueliang.
Selain mendongkrak industri komponen lokal, kehadiran pabrik ini juga membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian sekitar melalui penyerapan tenaga kerja. Pada tahap awal operasionalnya, pabrik ini telah mempekerjakan lebih dari 5.000 tenaga kerja lokal.
Liu Xueliang juga memberikan apresiasi tinggi terhadap etos kerja para pekerja asal Indonesia yang dinilai memiliki dedikasi dan ketekunan tinggi dalam menguasai teknologi manufaktur kendaraan listrik.
"Tenaga kerja di Indonesia 5 ribu orang lebih, staf Indonesia sangat rajin dan tekun dalam melakukan pekerjaan," puji dia.
Ke depan, seiring dengan peningkatan skala produksi dan kapasitas pabrik yang mencapai titik maksimal, BYD memasang target penyerapan tenaga kerja. Pabrik di Subang ini diharapkan mampu membuka peluang lapangan pekerjaan hingga menyerap total 20 ribu tenaga kerja asal Indonesia untuk bergabung bersama keluarga besar BYD.
"Pabrik ini ketika sudah mencapai kapasitas produksi maksimal. Target kami 20 ribu pekerja Indonesia yang bisa bergabung," tambah dia.
Sebuah truk Colt Diesel bernomor polisi Z 8967 LF terbakar di Tol Jakarta-Cikampek Km 53+800. Peristiwa itu terjadi pada pukul 18.25 WIB, Rabu (2/9/2026). Warga yang melintas saat kejadian, Didin (45) menuturkan, saat kejadian kondisi arus lalu lintas ramai. Ia sempat kaget karena mobil tersebut tiba-tiba mengambil arah kiri bahu jalan.
"Saya sedang melintas di arah yang sama, kebetulan sore memang kondisi ramai lancar cenderung macet. Saya kaget ada mobil truk tiba-tiba mendahului lalu mengambil lajur kiri dan berhenti di bahu jalan. Kejadian pasar adzan maghrib kalau tidak salah," kata Didin, saat dihubungi NadiKabar.
Saat itu, kata Didin, tiba-tiba pengemudi di dalam truk keluar, dan muncul kepulan asap hitam dari bak truk dan kabin, namun ia tak mengetahui persis peristiwa apa yang menimpa kendaraan tersebut.
"Setelah keluar dar bahu jalan sopirnya keluar, tiba-tiba ada kepulan asap dari kabin, lalu api menyembur keatas dari bak mobil, tapi saya kurang tau apa yang sebenarnya terjadi pada sopir dan truk itu," kata dia.
Peristiwa itu kemudian viral di media sosial. Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kasat Lantas Polresta Karawang AKP Sudirianto membenarkan adanya peristiwa tersebut.
"Kami melakukan penanganan peristiwa kecelakaan pada kendaraan Truck Coltdiesel bernomor polisi Z 8967 LF yang dikemudikan sdr. Tedi Setiadi, yang pada saat kejadian tengah melintas dari arah Jakarta Menuju arah Cikampek," kata Sudir, saat dikonfirmasi NadiKabar.
Tiba-tiba pengemudi melihat kepulan asap, dan pada saat di tempat kejadian perkara (TKP) Km 53+800 Tol Jakarta-Cikampek, bagian tengah truk mengalami kebakaran.
"Menurut keterangan pengemudi di bagian tengah truk ada asap, dan terbakar selanjutnya pengemudi berhenti di bahu jalan sebelah kiri lalu menyelamatkan diri, peristiwa itu berlangsung kurang lebih pukul 18.25 WIB," ungkapnya.
Sudir menegaskan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. "Tidak ada korban jiwa maupun korban luka, pengemudi diketahui warga Cipedes, Kota Tasikmalaya. Namun kerugian akibat peristiwa diperkirakan mencapai Rp100 juta akibat rusaknya kendaraan," ujar Sudir.
Kejaksaan Negeri Karawang memamerkan uang puluhan miliar rupiah dari hasil pengungkapan perkara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari Perumahan Kartika Residence dan Citra Swarna Grande yang dikembangkan oleh PT Bumi Artha Sedayu (BAS).
Kepala Kejaksaan Negeri Karawang Dedy Irwan Virantama menuturkan, uang sejumlah Rp 42,5 miliar yang berhasil disita dan dipamerkan merupakan bentuk komitmen, transparansi, dan akuntabilitas dalam penanganan perkara tersebut.
"Bersama ini saya menyampaikan perkembangan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi penyaluran kredit pemilikan rumah pada salah satu Bank Himbara Kantor Cabang Karawang yang melibatkan PT. BAS," kata Dedy, dalam sesi rilis di Kantor Kejaksaan Negeri Karawang, Jumat (4/9/2026) petang.
Tindak pidana korupsi tersebut berlangsung pada periode tahun 2021 sampai dengan tahun 2024, di mana penyidik pada Kejaksaan Negeri Karawang telah menetapkan empat orang sebagai tersangka.
"Dalam perkara tindak pidana korupsi ini, kami tetapkan 4 orang tersangka yaitu VY, HJ, OH, dan HH, berdasarkan sekurang-kurangnya 2 alat bukti yang cukup, dengan masing-masing peran berbeda," kata dia.
Dedy menjelaskan, tersangka VY selaku Direktur PT BAS bertanggung jawab atas kebijakan dan pengendalian perusahaan dalam perkara tersebut, termasuk pengembangan proyek perumahan Kartika Residence dan Citra Swarna Grande di Kabupaten Karawang.
"Sedangkan tersangka VY diduga memerintahkan secara lisan dalam rapat internal bersama Tersangka HJ dan HH untuk memanipulasi data serta meloloskan permohonan KPR konsumen menggunakan identitas pihak lain atau topengan, guna mengatasi tingginya penolakan kredit akibat riwayat Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK konsumen yang buruk," ungkapnya.
"VY sendiri juga diduga memerintahkan pembentukan 'Tim Batik' dalam hal ini tim khusus yang bertugas memanipulasi data pekerjaan dan penghasilan konsumen, baik konsumen asli maupun topengan, melalui modus pinjam nama, pemalsuan slip gaji dan rekening koran," lanjutnya.
Bahkan VY sendiri, kata Dedy, bertanggung jawab atas pemberian sejumlah uang kepada pejabat dan pegawai salah satu bank milik pemerintah Kantor Cabang Karawang untuk melancarkan persetujuan KPR yang datanya telah dimanipulasi.
"Sedangkan HJ selaku General Manager Sales & Marketing PT BAS periode 2020-2024 bertanggung jawab atas strategi pemasaran serta koordinasi langsung dengan Bank Himbara atas perintah VY untuk mempercepat persetujuan KPR," ungkap Dedy.
Akibat kelakuan keempat tersangka, negara mengalami kerugian mencapai Rp 237 miliar, dari uang yang disalurkan oleh Bank kepada 445 debitur berdasarkan laporan hasil perhitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).
"Berdasarkan hasil perhitungan BPK RI diperoleh angka kerugian keuangan negara sementara sebesar Rp237.078.338.982,50, yang berasal dari 445 debitur. Kerugian tersebut timbul dari penggunaan dokumen yang tidak sah oleh PT BAS dalam proses pengajuan KPR kepada Bank," ungkapnya.