"Kita memiliki perwakilan dari berbagai budaya dan agama, yakni Kristen, Muslim, Yahudi, dan Buddha, dan mereka tidak memiliki tanah air lain. Rusia secara historis berkembang sebagai negara multietnis dan multi-agama, sedangkan hal itu tidak berlaku di sana (Eropa)," katanya.

"Mereka memiliki tanah air lain. Ini merupakan perbedaan yang sangat besar. Oleh karena itu, mereka tentu harus memberikan perhatian yang lebih besar terhadap persoalan ini," imbuh Putin.

Putin menambahkan bahwa otoritas Rusia juga perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap persoalan kebijakan hubungan antaretnis.