NADIKABAR.COM — Di balik selembar kain karawo, terdapat ketelitian yang tinggi, waktu yang panjang, dan kehidupan para pengrajin yang jarang terlihat saat kain dipamerkan atau dipasarkan.
Menyibak keindahan kain tradisional Gorontalo ini, seniman Putri Diah menghadirkan cerita lain melalui karya seni digitalnya.
Perempuan yang akrab disapa Puput ini tidak sekadar menampilkan karawo sebagai produk kebudayaan. Ia ingin mengajak kita melihat lebih jauh kepada para pembuatnya, khususnya pekerja perempuan yang keterampilan mereka menjadi fondasi keberlangsungan industri karawo.
Kegelisahan itulah yang ia terjemahkan ke dalam karya digital yang kini dipamerkan di Riden Baruadi Gallery. Melalui digital painting, Puput membawa kehidupan para pengrajin ke ruang apresiasi seni, tempat sebuah karya dinikmati bukan hanya dari keindahannya, tetapi juga dari cerita yang melatarbelakanginya.
Karawo merupakan kain khas Gorontalo yang dibuat melalui teknik melubangi dan mengiris kain mengikuti motif tertentu. Proses tersebut membutuhkan ketelitian dan keterampilan tangan.