Berdasarkan catatan di Keterbukaan Informasi, Saras juga tercatat sempat melepas kepemilikan saham TRIN secara tidak langsung. Aksi korporasi itu dilakukan lewat perusahaan afiliasinya PT Satya Devya pada 8 Maret 2026.
Penjualan saham dilakukan secara bertahap dalam periode waktu beberapa hari. Pertama pada 16 Desember 2025 sebesar182.058.300 di harga Rp 200. Kemudian pada 19 Desember 2025 dilakukan penjualan atas 10.000 saham pada harga Rp 850.
Kemudian pada 30 Desember 2025, perusahaan afiliasi itu melepas 350.000 saham di harga Rp 1.135. Selanjutnya pada 2 Januari 2026 melepas 250.000 saham dengan harga Rp 1.250.
Pada 5 Januari 2026, penjualan kembali dilakukan sebanyak 1,3 juta saham dengan harga Rp 1.395 per saham. Dua hari berselang, tepatnya 7 Januari 2026, sebanyak 400.000 saham kembali dilepas pada harga Rp 1.875 per saham.
Penjualan berlanjut pada 20 Januari 2026, dengan jumlah 150.000 saham pada harga Rp 1.650 per saham. Adapun transaksi terbesar terjadi pada 5 Februari 2026, saat sebanyak 46.511.628 saham dijual dengan harga Rp 1.075 per saham.
Dalam keterbukaan informasi terbaru, TRIN pun menegaskan pengunduran diri Saras tidak mengakhiri hubungannya dengan perseroan. Saras juga disebut tetap menjadi pemegang saham secara langsung maupun tidak langsung.
Selanjutnya, TRIN akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan pengunduran diri Saras. Hal ini sejalan dengan Pasal 27 POJK No. 33/POJK.04/2014 dan Anggaran Dasar TRIN.