"Pengunduran diri tersebut tidak berdampak secara material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan saat ini," tulis Direktur Utama TRIN, Ishak Chandra, dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, Jumat (9/10/2026).

Masuk Bursa Komisaris VICIDi sisi lain, Saras mengaku kini menjadi salah satu kandidat komisaris PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), salah satu emiten yang bergerak pada manufaktur dan perdagangan produk kosmetik, perawatan tubuh dan kebersihan. Dia menegaskan, keputusannya bergabung dengan VICI merupakan pilihan pribadi dan tidak berkaitan dengan bisnis keluarga.

Saras juga mengakui dirinya diajak bergabung oleh Komisaris Utama VICI, Billy Hartono Salim. Jika terpilih, ia akan fokus mendukung pengembangan perusahaan, mulai dari memperluas jaringan dan mendorong ekspansi ke luar negeri hingga membina UMKM serta memperkuat keterwakilan perempuan di perusahaan.

"Bicara excellence, bicara tentang ini, tapi juga untuk membuka ke network saya yang internasional, gimana untuk bisa, jaringan saya yang di Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan ini untuk kita bisa growth-nya lebih cepat lagi lah harapannya," jelas Saras.

Setelah resmi menjabat sebagai komisaris, Saras diperkirakan akan memiliki sekitar 2,4% saham VICI. Namun, dia menegaskan fokus utamanya bukan pada kepemilikan saham, melainkan pada fundamental bisnis perusahaan.

"Saya di situ baru saja announce untuk nomination, kan belum RUPS ya, itu sebagai komisaris. End of this month, akhir bulan, tanggalnya, persisnya, kalau nggak salah sih 29 Oktober," pungkas Saras.