"Namun, tidak ada yang menganggapnya sebagai sesuatu yang penting," kata rekan penulis studi, Indunil Senanayake dari Institut Botani Kunming. Ketika seorang penduduk lokal mengirimkan foto jamur aneh tersebut ke para ilmuwan, mereka menyadari sedang melihat sesuatu yang istimewa.
Kepunahan massal dinosaurus kemungkinan menciptakan lingkungan ideal bagi jamur berukuran raksasa berevolusi dan berkembang pesat. D. rex bukan sekadar spesies yang baru ditemukan, ia juga berasal dari famili jamur yang unik.
Melalui analisis genetik dan perbandingan dengan jamur lain, famili baru yang dinamai Dianjunaceae ini kemungkinan muncul sekitar sejuta tahun setelah hantaman asteroid yang mengakhiri Periode Kapur (145 juta hingga 66 juta tahun lalu).
"Selama peristiwa ini, fotosintesis terhambat, sejumlah besar daun mati, kayu, akar, serta bangkai menumpuk," ujar Senanayake. Saat bentuk kehidupan lain berjuang untuk bertahan, organisme pengurai seperti jamur yang mengonsumsi material organik mati memanfaatkan 'pesta pora' tersebut.
Dari segi ukuran, D. rex memang tak bisa dibandingkan T. rex, namun ia menjulang melampaui jamur lainnya. Spesies ini merupakan yang terbesar yang pernah diketahui dalam filum Ascomycota, kelompok jamur paling beragam yang mencakup sekitar 65.000 spesies.