Sebelum penemuan D. rex, anggota Ascomycota terbesar adalah jamur cokelat berbentuk bulat di Kenya yang disebut Engleromyces goetzei, dengan diameter hampir 30 sentimeter dan berat sekitar 3,2 kilogram.

Satu pertanyaan yang ingin dijawab ilmuwan selanjutnya adalah mengapa D. rex bisa berukuran begitu besar dibanding jamur lain dalam filumnya. "Umumnya, kelompok ascomycetes tidak menghasilkan stromata besar, karena merupakan pemborosan energi," jelasnya.

Jamur adalah organisme esensial yang berkontribusi pada siklus karbon Bumi dan mendukung kesehatan serta nutrisi banyak spesies tumbuhan. Ilmuwan mendeskripsikan sekitar 150.000 spesies jamur tapi sejumlah perkiraan menunjukkan ada antara 2 juta hingga 13 juta spesies.

"Ini adalah kelompok organisme yang sangat kurang mendapat perhatian dan belum banyak dideskripsikan," tambah Peay yang dikutip NadiKabar dari NadiKabar.

Jamur sering kali sulit ditemukan di hutan, bahkan meski sebesar D. rex. Sebagian besar jamur terdiri dari filamen menyerupai benang yang disebut hifa. Sulur-sulur ini biasanya terkubur dalam tanah, kayu busuk, atau vegetasi, di mana bagian reproduksinya (stromata) baru bermunculan ketika kondisi lingkungan tepat atau ketika jamur mencapai akhir hidupnya.