Kurator Melissa Sunjaya mengatakan pendekatan tersebut berkaitan dengan ketertarikan Rajata terhadap arsip dan memori.
"Rajata tidak mencoba menghadirkan masa lalu atau seseorang sebagai sesuatu yang sudah selesai dan dapat dipahami sepenuhnya. Justru melalui keterbatasan pengamatan itu, karya-karyanya membuka pertanyaan tentang bagaimana kita membangun pengetahuan, bagaimana kita mengarsipkan, dan bagaimana pengalaman pribadi akhirnya ikut membentuk memori kolektif," jelas Melissa.
Dalam praktiknya, Rajata menggunakan beragam medium, mulai dari kanvas, kayu, tas, medium transparan hingga instalasi. Ia juga mempertahankan tepian terbuka dan guratan yang tidak sepenuhnya disempurnakan sebagai bagian dari proses penciptaan.
"Saya tidak berkarya untuk menuntaskan suatu pengalaman atau melindunginya dari kemungkinan menghilang. Saya berkarya untuk tinggal bersamanya cukup lama hingga kompleksitasnya dapat dikenali, sekaligus menyisakan ruang bagi orang lain untuk menemukan sesuatu dari dirinya sendiri di dalam karya tersebut," ungkapnya.
Pameran "Terlihat / Terasa" putra presenter Sarah Sechan itu sudah terbuka untuk umum hingga 27 September 2026 di ArtSphere Gallery, lantai 2 Dharmawangsa Square, Jakarta Selatan.